ORANG TAK PERLU TAU SEBERAPA HEBAT DIRIMU


    Sabtu pagi adalah jadwal rutinitasku untuk badminton di gor pemda jayabaya, tepatnya jam 07:30. Bagi pemula sepertiku, ini adalah langkah yang tepat agar kita bisa lebih banyak jam terbangnya dengan terus berlatih bersama banyak orang. Tentunya masing-masing dari mereka punya tehnik bermain yang berbeda-beda.

    Namun pada hari itu, saya baru datang jam 09:00 dikarenakan info yang ku dapat terlambat. Info tersebut kuterima langsung dari Pak Deden selaku pengurus Gor JB tersebut. hanya menunggu sekitar 10 menit setibanya saya disana, saya serta teman yang sebaya dengan saya, pun langsung bermain dengan kedua bapak-bapak tersebut.

    Jangan liat luarnya, tapi liat dalemnya (permainannya maksudnya). Karena mereka bukan sembarang bapak-bapak berkepala 3-5. mengapa demikian, justru mereka sudah memiliki tehnik bermain yang sangat cantik. Sehingga meski mereka mungkin tidak terlalu segesit saya yang masih muda, namun ternyata permainan itu di menangkan telak oleh lawan kami, yaitu bapak-bapak.

    Akhirnya kami pun beristirahat di bangku penonton setelah olahraga badminton yang sangat menguras tenaga. Dalam benak ku berfikir betapa hebatnya mereka. mungkin butuh waktu 2 atau 3 tahun untuk diriku bisa seperti bapak-bapak itu.

    Dan disinilah drama tidak mengenakkan itu terjadi. Di tengah lamunanku membayangkan berapa lama waktu yang ku butuhkan untuk bisa mengalahkan permainan si bapak-bapak itu, atau minimal menyeimbangi permainan cantik tersebut, secara tiba-tiba ada 1 bapak-bapak menghampiri saya dan memecahkan lamunanku.

    Beliau berkata, bahwa beliau belum lama bisa bermain badminton. Barulah sekitar umur 30 tahunan bermain. beliau juga mengatakan belajarnya otodidak dari youtube. Dari situlah perasaan kurang enakku muncul.

    Aku tau betul bahwa itu adalah fakta. Namun lagi-lagi dalam bersosial perlu ada beberapa hal yang perlu disampaikan atau tidak perlu disampaikan. Niat ingin merendah, padahal ingin meninggi. Bahkan berbicara seperti itu lebih terasa ingin ditinggikan.

    Orang tidak perlu tau bagaimana proses kita untuk bisa mencapai pada titik tersebut. Biarlah orang lain melihat hasilnya saja. Kecuali jika memang ada yang ingin tau bagaimana kita menjalani proses tersebut. Karena memberi tau mereka yang tidak ingin tau, hanyalah omong kosong belaka bagi mereka. Bahkan boleh jadi hal itu membuat orang yang mendengarnya tidak nyaman, karena seperti kesombongan belaka.


0 Response to "ORANG TAK PERLU TAU SEBERAPA HEBAT DIRIMU"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel